Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Rabu, 16 Mei 2012

Rancangan Kewirauasahaan?

Irawan Sapto Ody

Perpustakaan Keluarga idaman
Bertambahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa untuk bacaan bersastra fiksi/ sastra cerita rekaan (roman, novel, dsb) yang secara tidak langsung akan sangat membantu proses perkembangan psikologis dalam diri seseorang, merangsang daya imajinasi dan pola pikir yang lebih terbuka, membuat peluang tersendiri bagaimana untuk sekarang ini masih jarang sekali perpustakaan-perpustakaan yang secara fokus menyediakan bacaan sepeti itu.

Keterjangkauan dan ketersediannya yang dirasa sudah begitu sulit dan jarang, serta perkembangan teknologi yang semakin maju pesat yang mempengaruhi minat baca akan bacaan dalam bentuk buku, pengalihan isu perhatian akan kegiatan lain macam game online, candu jejaring sosial dsb, membuat lahan usaha untuk membangun dan membuka kembali minat baca pelajar dan mahasiswa melalui bacaan dalam bentuk buku, membuka wawasan dan pengetahuan baru melalui budaya membaca.

 Perpustakaan dengan mengatasnamakan “Perpustakaan Keluarga” yang secara tehnis akan menyediakan atau meminjamkan atau menyewakan bacaan bersastra fiksi yang secara khusus tersedia dalam bentuk buku-buku, yang sedikitnya ada kurang lebih 500 eksemplar yang di dalamnya sudah termasuk novel, komik, majalah, sastra anak, cerita/dongeng, dsb, menjadi tempat baik untuk usaha, memulai belajar mandiri sekaligus belajar hal-hal baru lewat membaca buku-buku yang tersedia.

Penyediaan buku-buku dalam “Perpustakaan Keluarga” berasal dari biaya sendiri (keluarga), biaya donator, dan biaya pengajuan dana ke suatu lembaga bersangkutan (universitas, LSM, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,dsb). Donatur dan lembaga bersangkutan bisa berupa pengajuan dalam bentuk nominal uang untuk kemudian dibelikan barang atau secara langsung dalam bentuk fisik buku yang siap pakai.

 Pemasukan berkala akan didapat dari uang pinjam yang dalam tiga hari masa pinjam akan dikenakan tarif Rp.3.000,-. Apabila ada hal yang tidak diinginkan, seperti keterlambatan dalam pengembalian akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp500,- untuk jangka waktu terlambat di setiap harinya. Rusak buku menjadi pertimbangan ganti rugi, membeli buku baru dengan spesifikasi sama atau dengan mengganti harga buku asli yang telah rusak. Update buku-buku terbaru di tiap bulannya menjadi perhitungan tersendiri setelah mempertimbangkan segala biaya dari pemasukan.

“Perpustakaan Keluarga” akan mendiami sebuah rumah yang telah disetting khusus semenarik mungkin, dengan konsep “Sowan Ndalem”, kesan perpustakaan yang sepintas akan terbayang satu tempat penuh buku-buku ilmiah, teoritik, proses pinjam susah, ribet, dll akan hilang di “Perpustakaan Keluarga” ini. Bagaimanan akan terkonsep sebuah ruangan, dengan beberapa tempat khusus membaca, dengan setting meja-kursi sofa khas ruang tamu, dengan meja makan dan rak bumbu khas ruang dapur, atau bahkan kasur busa khas kamar pribadi semua itu sebuah cara bagaimana “Perpustakaan Keluarga” tidak hanya menyediakan proses pinjam yang kemudian langsung dibawa pulang, namun ada hal yang menarik lagi yang ditawarkan, untuk beberapa waktu pengunjung dapat menikmati bacaan dengan banyak refrensi disekitarnya.

Brosur dan panflet menjadi salah satu cara mengenalkan “Perpustakaan Keluarga” ke khalayak publik. Menggunakan iklan dalam media masa menjadi awal untuk kemudian harapannya pengenalan itu terjadi secara kultural “dari mulut ke mulut”. Menempati satu lokasi yang jelas kiranya menjadi modal bagaimana pengenalan itu terjadi untuk beberapa waktu saja namun jelas untuk masalah info tempat selanjutnya.

Apabila “Perpustakan Keluarga” sudah berhasil, perluasan dan pengembangan pasti selalu diharapkan. Menambah secara kuantitas dan kualitas koleksi buku-buku, memperluas ruang perpustakan/bacaan melalui salah satunya penambahan kelengkapan sarana penunjang (seperti area hotspot, coffe break, dsb) menjadi cara tersendiri bagaimanan prioritas untuk membaca dapat dilakukan dengan kenyamanan dan aktifitas menarik lainnya. Dari situlah pemasukan juga dapat diperoleh selain dalam bentuk usaha penyewaan buku, namun kuliner dan ruang tertentu yang menjadi nilai jual lebih.
            
Rincian dan jumlah modal awal yang dibutuhkan :
Modal awal
Rp15.000.000,-
Buku-buku (novel, komik, majalah, sastra anak, cerita/dongeng, dan sebagainya 
sebanyak500 eksemplar
Rp10.000.000,-
Sewa tempat dan dekorasi
 Rp2.000,000-
Promosi dan pengenalan
Rp200.000,-
­­
Ket lain:
Tarif Pinjam
Rp3.000,-
Biaya perawatan per buku
Rp1.500,-

NB: 
Ini nih tugas Mata Kuliah Kewirauasahaan, maksa!

Irawan Sapto Ody / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates