Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Kamis, 25 Juni 2015

PASAR DARURAT KLEWER: HPPK Temukan 25% Kios Bermasalah

Irawan Sapto Ody

Pengurus Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Solo Sidak di Pasar Sementara Pasar Klewer, Senin (25/5).
PASAR KLIWON — Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Solo mengecek kondisi kios pasar darurat Klewer di Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo yang masih dalam tahap pembangunan, Senin (25/5).

Pantauan Espos di lokasi, rombongan pengurus HPPK memantau kios pasar darurat Klewer mulai pukul 08.15 WIB. Didampingi anggota Tim 9 Pasar Klewer dan Pelaksana Proyek Pembangunan pasar darurat Klewer, pengurus HPPK berkeliling meninjau ribuan kios yang berdiri di lahan seluas 3,5 hektare (ha) tersebut.

Pejabat Humas HPPK, Kusbani, mengatakan sedikitnya 25% dari 1420 kios atau 335 kios di pasar darurat Klewer ditemukan dalam kondisi bermasalah. Menurut dia, masih ditemukan kerusakan di beberapa bagian kios hingga tidak sesuai dengan standar penggunaan.

"Banyak ditemukan kejanggalan pada bagian pintu [kios]. Banyak pintu [berbentuk rolling door] dipasang kurang pas, mulai dari penggunan bahan baku, kekuatan kurang, naik turun terkendala," kata Kusbani kepada Espos setelah mengecek kios pasar darurat Klewer, Senin.

Kusbani menilai keterlibatan pedagang dalam mengawal pembanguan kios pasar darurat Klewer sangat penting. Menurut dia, kios berukuran 2,4 meter (m) x 3,6 m itu musti dibangun sesuai standar agar pedagang nyaman saat menempati. Kusbani meminta kerusakan atau ketidaksesuaian pembangunan pada kios segera dibenahi.

"Kios pasar darurat Klewer harus dipersiapkan semaksimal mungkin agar saat proses penyerahan dari pelaksana proyek kepada Pemkot Solo pada 1 Juni tidak ditemukan masalah lagi. Semua pihak, terutama pedagang ingin kios dibangun dengan nyaman karena akan ditempati cukup lama, yakni 2 tahun [th]," ujar Kusbani.

Selain kios, anggota Tim 9 Pasar Klewer, Tafip Harjono, mengatakan saluran drainase di kompleks pasar darurat Klewer perlu dibenahi. Menurut dia, lubang  drainase terlalu kecil hingga tidak maksimal untuk mengalirkan air saat musim hujan. Pedagang, lanjut dia, khawatirkan apabila terjadi banjir atau genangan air hingga menghambat proses jual beli.

"Kami siap membersihkan dan menjaga drainase, tapi ketersediaan sarana ini [drainase] perlu ditinjau lagi. Jumlah drainase juga masih kurang. Semoga sebelum pedagang masuk pada 1 juni, semua permasalahan di pasar daryrat sudah beres," kata Tafif. Tim 9 merupakan kelompok yang dibentuk HPPK, Rabu (28/1), untuk mengawal proses pembangunan pasar darurat hingga permanen Pasar Klewer.

Saat dimintai konfirmasi, Penanggungjawab Proyek Sub Bagian Pintu Kios, Deni Suganda, mengaku siap segera memperbaiki kondisi kios yang dinilai HPPK kurang memadai standar. Dia menargetkan akhir Mei semua kios pasar darurat Klewer sudah dalam kondisi baik. Selain itu, lanjut Deni, pengoptimalan fungsi drainase juga bakal dilaksanakan. (Irawan Sapto Adhi)

Kerusakan Kios:
1. Tutup box dirapikan dengan diberi lebih banyak ripet atau baut.
2. Kunci pintu banyak yang seret.
3. Posisi siku harus pakai roofing atau paku rafing.
4. Tiang pintu kios harus diperkuat dengan siku.
5. Ketidaknyamanan pada handel atau pegangan pintu.
6. Tiang real pintu tidak rata atau sejajar.
7. Putaran per untuk pintu harus sama agar proses buka tutup mudah.

Irawan Sapto Ody / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates